Sabtu, 24 November 2012

Miss you. . .



Hai abang,
Jika ada sedikit waktu disela kesibukanmu, sempatkanlah untukmembaca ini. I write this when i miss you but  i cant  say because i know youre busy. Tenang sayang, saya (berusaha) mengerti.
Coba ingat,
Pertama kali kita kenal.
Bagaimana akhirnya kita bisa dekat.
Dan apa saja yang kita lewati bersama.
Saat kita tertawa bersama karena hal hal konyol yang ada.
Saat senyuman selalu berhasil meredam amarah kita.
Saat satu sama lain dari kita saling mendukung.
Saat kamu meng-imami ku sholat.
Saat setiap pagi kita selalu berdoa untuk kemudahan dan kelancaran menjalani hari.
Saat kita makan bersama dengan masakan terbaik kita
Saat salah satu dari kita  berada dititik terendah, dan satu lainnya meyakinkan semua akan baik2 saja.
Saat kita menempuh sore indah dan melewati malam bersama melandio.
Saat kita khawatir  dan gelisah  ttg semua akan baik2 saja ketika emosi mulai berjalan lebih cepat.
Saat kita berjuang di atas hubungan yang goyah karena keegoisan.
Saat kita beradu ocehan bijak karena salah satu dari kita telah salah konsep.
Saat kita tertawa bersama membicarakan masa lalu yang selalu berhasil memberikan kita pelajaran untuk menjadi lebih baik.
Saat kita rekap absen bersama.
Saat kita bingung harus makan apa dan akhirnya ngambekan karena sll kata terserah dari aku.
Saat kita khawatir karena handphone satu sama lain tidak aktif.
Saat kita harus bertengkar hanya karena operator idiot yang gangguan.
Saat kita harus dorong motor berpuluh-puluh meter karena kehabisan bensin dan ban motornya bocor.
Saat aku lemah. Kemudian kamu selalu menguatkan.
Saat aku menangis dan pelukanmu sll berhasil menenangkan.
Saat aku berusaha sabar ketika menenangkanmu  dalam keegoisanmu.
Saat cemburu dan kekhwatiranku terkadang membuatmu marah dan penat.
Saat missed call, telepon dan sms ku terkadang membuatmu terganggu.
Saat kamu khawatir ketika aku pergi saat hujan dan tidak kembali ke kontrakan.
Saat kamu harus memarahiku karena aku terlalu susah untuk dikasih tau.
Saat kamu mulai diam karena sadar aku tlah banyak diam ketika kamu marah.
Saat kamu pusing dan aku (juga ikut) pusing saat melandio mulai rewel dan akhirnya sakit.
Saat aku rewel dan cerewet  dengan kesehatanmu.
Apa yang kamu rasakan ?
Apa semuanya cukup berarti ?
Kemudian,
coba bayangkan lagi
Saat semua itu tak akan ada lagi.
Saat tak ada lagi tawa kita.
Saat tak ada lagi tangisku.
Saat tak ada lg aku yang memanggilmu abang.
Saat tak ada lagi sayang dariku.
Saat tak ada lagi sms, telepon, dan missed call dari ku yang mengganggumu.
Saat tak ada lagi kontak my-wife dengan nomorku.
Saat aku tak lagi memasak untukmu.
Saat tak ada lagi aku yang terlalu khawatir tentang mu.
Saat tak ada lagi aku yang cemburu.
Saat tak ada lagi ucapan selamat pagi di pagi hari kemudian ucapan terima kasih untuk hari ini di malam hari.
Saat tak ada lg aku yang rewel dan cerewet akan kesehatanmu.
Saat tak ada lg teman beradu ocehan bijak.
Saat tak ada lg aku yang kau tenangkan dalam pelukan.
Saat tak lagi ada aku yang berusaha menenangkanmu dalam titik terendah.
Saat tak ada lg aku yang buatmu marah.
Saat aku tak lagi menjadi seseorang  yang km imami sholat.
Apa yang kamu rasakan ?
Apa kamu merasa lebih baik ketika membayangkannya ?
Thank you, forgive me, I LOVE YOU J
Coz im lonely, im tired, and MISSING you again #DearGod AvengedSevenfold.